Senin, 28 Februari 2011

Eskatology ke - 6 SHEOL / HADES

eschatology (6)

4) Tempat penantian (SHEOL / HADES).

a) Pandangan populer tentang arti dari SHEOL / HADES.
b) Dasar pandangan ini:
· Kej 37:35 - “Sekalian anaknya laki2 dan perempuan berusaha menghiburkan dia, tetapi ia menolak dihiburkan, serta katanya: ‘Tidak! Aku akan berkabung, sampai aku turun mendapatkan anakku, ke dalam dunia orang mati!’ Demikianlah Yusuf ditangisi oleh ayahnya”.

· Kej 42:38 - “Tetapi jawabnya: ‘Anakku itu tidak akan pergi ke sana bersama2 dengan kamu, sebab kakaknya telah mati dan hanya dialah yang tinggal; jika dia ditimpa kecelakaan di jalan yang akan kamu tempuh, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena dukacita.’”.

· 1Sam 28:11,14,19 - “(11) Sesudah itu bertanyalah perempuan itu: ‘Siapakah yang harus kupanggil supaya muncul kepadamu?’ Jawabnya: ‘Panggillah Samuel supaya muncul kepadaku.’ ... (14) Kemudian bertanyalah ia kepada perempuan itu: ‘Bagaimana rupanya?’ Jawabnya: ‘Ada seorang tua muncul, berselubungkan jubah.’ Maka tahulah Saul, bahwa itulah Samuel, lalu berlututlah ia dengan mukanya sampai ke tanah dan sujud menyembah. ... (19) Juga orang Israel bersama2 dengan engkau akan diserahkan TUHAN ke dalam tangan orang Filistin, dan besok engkau serta anak2mu sudah ada bersama2 dengan daku. Juga tentara Israel akan diserahkan TUHAN ke dalam tangan orang Filistin.’”.

· Zakh 9:11 - “Mengenai engkau, oleh karena darah perjanjianKu dengan engkau, Aku akan melepaskan orang-orang tahananmu dari lobang yang tidak berair”.

· Maz 6:6 - “Sebab di dalam maut tidaklah orang ingat kepadaMu; siapakah yang akan bersyukur kepadaMu di dalam dunia orang mati?”.

· Maz 88:11 - “Apakah Kaulakukan keajaiban bagi orang2 mati? Masakan arwah bangkit untuk bersyukur kepadaMu? Sela”.

· Maz 115:17 - “Bukan orang-orang mati akan memuji-muji TUHAN, dan bukan semua orang yang turun ke tempat sunyi”.

KJV: ‘The dead praise not the LORD, neither any that go down into silence’ (= orang mati tidak memuji TUHAN, demikian juga orang-orang yang turun ke tempat sunyi).
c) Penginjilan dalam dunia orang mati.

1. Orang2 yang mempercayai hal ini biasanya mempunyai anggapan:

a. Keadaan kekal dari manusia baru tercapai pada saat Yesus datang kedua-kalinya / penghakiman akhir jaman.
b. Keputusan yang dilakukan seseorang pada masa intermediate state ini akan menentukan apakah ia akan selamat atau tidak.
c. Tentang siapa yang akan mendapatkan kesempatan kedua ini, tidak ada keseragaman pandangan.
d. Tentang siapa yang memberitakan Injil dan bagaimana caranya, juga tidak ada keseragaman pandangan.

2. Dasar pandangan ini dan jawabannya.

a. Tidak adil kalau ada orang yang harus masuk neraka tanpa pernah mendengar Injil.
b. Text-text Kitab Suci, khususnya 1Pet 3:18-20 dan 1Pet 4:6.
1Pet 3:18-20 - “(18) Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang2 yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaanNya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, (19) dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh2 yang di dalam penjara, (20) yaitu kepada roh2 mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu”.

1Pet 4:6 - “Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang2 mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah”.

· Kalaupun text2 ini digunakan untuk mengatakan bahwa orang2 di SHEOL / HADES bisa mendengar Injil, jelas bahwa itu hanya berlaku untuk orang2 jaman PL (ay 20).

· 1Pet 3:18-20 - orang2 itu diinjili oleh Yesus melalui NNuh, dan itu terjadi pada saat mereka masih hidup. Mereka disebut ‘roh2 yang di dalam penjara’, karena pada saat Petrus menuliskan suratnya ini, mereka sudah mati dan sudah ada di dalam neraka.

· 1Pet 4:6 - orang2 ini juga diinjili pada saat meereka masih hidup. Mereka disebut ‘orang2 mati’, karena pada saat surat ini ditulis, mereka sudah mati.
c. Text-text yang menunjukkan bahwa hanya ketidak-percayaan seseorang, atau penolakan seseorang terhadap Kristuslah yang menyebabkan ia masuk neraka.
Yoh 3:18,36 - “(18) Barangsiapa percaya kepadaNya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. ... (36) Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.’”.

Yoh 8:24 - “Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.’”.

Ro 10:13-14 - “(13) Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. (14) Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepadaNya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakanNya?”.

2Tes 2:12 - “supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan”.

Wah 21:8 - “Tetapi orang2 penakut, orang2 yang tidak percaya, orang2 keji, orang2 pembunuh, orang2 sundal, tukang2 sihir, penyembah2 berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala2 oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.’”.
L Berkhof: Manusia terhilang secara alamiah, dan bahkan dosa asal, maupun dosa sungguh2 / yang dilakukan orang itu sendiri, membuatnya layak untuk penghukuman. Tak diragukan bahwa penolakan terhadap Kristus merupakan dosa yang besar, tetapi itu tidak pernah diigambarkan sebagai satu2nya dosa yang membimbing pada kehancuran.

3. Hal-hal lain yang menunjukkan ketidak-mungkinan pandangan ini.

a. Nasib seseorang ditentukan berdasarkan apa yang ia lakukan dalam hidupnya di dunia ini, bukan berdasarkan apa yang ia lakukan dalam intermediate state.
2Kor 5:10 - “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat”.
KJV: ‘in his body’ (= dalam tubuhnya).
RSV/NIV/NASB: ‘in the body’ (= dalam tubuh).

L Berkhof: Itu (Kitab Suci) juga selalu menggambarkan bahwa penghakiman terakhir nanti ditentukan oleh hal-hal yang dilakukan dalam daging, dan tidak pernah berbicara bahwa hal ini tergantung dengan cara apapun pada apa yang terjadi pada intermediate state.

b. Kitab Suci menunjukkan bahwa orang2 yang tidak pernah mendengar Injil akan masuk neraka.
· Yeh 3:18 - “Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! - dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa2 untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu”.

· Ro 2:12 - “Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat”.

· Ro 10:13-14 - “(13) Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. (14) Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepadaNya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakanNya?”.
c. Ada ayat2 Kitab Suci yang jelas menunjukkan ketidak-mungkinan bagi seseorang untuk mendengar Injil setelah mati.
Maz 88:11-13 - “(11) Apakah Kaulakukan keajaiban bagi orang2 mati? Masakan arwah bangkit untuk bersyukur kepadaMu? Sela. (12) Dapatkah kasihMu diberitakan di dalam kubur, dan kesetiaanMu di tempat kebinasaan? (13) Diketahui orangkah keajaiban2Mu dalam kegelapan, dan keadilanMu di negeri segala lupa?”.

Yes 38:18-19 - “(18) Sebab dunia orang mati tidak dapat mengucap syukur kepadaMu, dan maut tidak dapat memuji2 Engkau; orang2 yang turun ke liang kubur tidak menanti2 akan kesetiaanMu. (19) Tetapi hanyalah orang yang hidup, dialah yang mengucap syukur kepadaMu, seperti aku pada hari ini; seorang bapa memberitahukan kesetiaanMu kepada anak2nya”.
d. Kepercayaan bahwa orang mati masih bisa diinjili dan bisa bertobat menghancurkan semangat penginjilan.
e. KS mengatakan bahwa setelah kematian hanya ada penghakiman, tidak ada kesempatan mendengar Injil / bertobat.

Ibr 9:27 - “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi”.

d) Theologia Reformed menolak pandangan tentang tempat penantian.

Louis Berkhof: itu secara jelas bertentangan dengan gambaran KS bahwa orang benar segera / langsung masuk ke dalam kemuliaan dan orang jahat segera / langsung turun ke tempat hukuman kekal.

e) Keberatan terhadap pandangan tentang adanya tempat penantian ini:

1. Kalau semua orang mati akan menuju tempat netral seperti itu, bagaimana mungkin beberapa ayat dalam Kitab Suci menggunakan istilah SHEOL / HADES sebagai suatu peringatan / tempat hukuman?
· Maz 9:18 - “Orang-orang fasik akan kembali (berbelok) ke dunia orang mati (SHEOL), ya, segala bangsa yang melupakan Allah”.

· Amsal 15:24 - “Jalan kehidupan orang berakal budi menuju ke atas, supaya ia menjauhi dunia orang mati (SHEOL) di bawah”.

· Luk 16:23 - “Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut (HADES) ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya”.
2. Kalau SHEOL / HADES itu merupakan tempat netral, bagaimana mungkin ayat2 tertentu mengatakan bahwa murka Allah bernyala2 di sana?
Ul 32:22 - “Sebab api telah dinyalakan oleh murkaKu, dan bernyala2 sampai ke bagian dunia orang mati (SHEOL) yang paling bawah; api itu memakan bumi dengan hasilnya, dan menghanguskan dasar gunung2”.
3. Bagaimana mungkin SHEOL digunakan sebagai kata yang sama dengan ABADDON [= ‘destruction’ (= penghancuran / kebinasaan)]?
· Ayub 26:6 - “Dunia orang mati (SHEOL) terbuka di hadapan Allah, tempat kebinasaanpun tidak ada tutupnya”.

· Amsal 15:11 - “Dunia orang mati (SHEOL) dan kebinasaan terbuka di hadapan TUHAN, lebih2 hati anak manusia!”.

· Amsal 27:20 - “Dunia orang mati (SHEOL) dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas”.
4. Bagaimana mungkin Kitab Suci menggambarkan bahwa orang-orang percaya / saleh, mengharapkan kebahagiaan / sukacita pada saat mati?

a. Dalam PL:
· Bil 23:10 - “Siapakah yang menghitung debu Yakub dan siapakah yang membilang bondongan2 Israel? Sekiranya aku mati seperti matinya orang2 jujur dan sekiranya ajalku seperti ajal mereka!’”.

· Maz 16:9,11 - “(9) Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak2, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; ... (11) Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapanMu ada sukacita berlimpah2, di tangan kananMu ada nikmat senantiasa”.

· Maz 73:24,26 - “(24) Dengan nasihatMu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. ... (26) Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama2nya”.

· Yes 57:1-2 - “(1) Orang benar binasa, dan tidak ada seorangpun yang memperhatikannya; orang2 saleh tercabut nyawanya, dan tidak ada seorangpun yang mengindahkannya; sungguh, karena merajalelanya kejahatan, tercabutlah nyawa orang benar (2) dan ia masuk ke tempat damai; orang2 yang hidup dengan lurus hati mendapat perhentian di atas tempat tidurnya”.
b. Dalam PB:
· Luk 16:25 - “Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita”.

· Luk 23:43 - “Kata Yesus kepadanya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama2 dengan Aku di dalam Firdaus.’”.

· 2Kor 5:1,8 - “(1) Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. ... (8) tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan”.

· Fil 1:21,23 - “(21) Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. ... (23) Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama2 dengan Kristus - itu memang jauh lebih baik”.

· Wah 6:9,11 - “(6) Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa2 mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. ... (9) Dan kepada mereka masing2 diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan2 pelayan dan saudara2 mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka”.

· Wah 14:13 - “Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: ‘Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.’ ‘Sungguh,’ kata Roh, ‘supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.’”.
5. Kalau SHEOL diartikan sebagai tempat netral, maka PL tidak mempunyai kata untuk ‘neraka’; padahal PL mempunyai kata untuk ‘surga’, yaitu SHAMAYIM. Dan kadang2 SHEOL dikontraskan dengan SHAMAYIM itu.
· Ayub 11:8 - “Tingginya seperti langit - apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati - apa yang dapat kauketahui?”.

· Maz 139:8 - “Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau”.

· Amos 9:2 - “Sekalipun mereka menembus sampai ke dunia orang mati, tanganKu akan mengambil mereka dari sana; sekalipun mereka naik ke langit, Aku akan menurunkan mereka dari sana”.
6. Dalam PB kata HADES juga dikontraskan dengan ‘surga’ / ‘langit’.
Luk 10:15 - “Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!”.
f) Arti yang benar dari kata SHEOL / HADES.

SHEOL / HADES tidak selalu mempunyai arti yang sama.

· KJV menterjemahkan ‘grave’ (= kuburan); ‘hell’ (= neraka); dan ‘pit’ (= lubang).
· Ada yang tetap mempertahankan kata SHEOL / HADES itu.
· KS Ind - ‘dunia orang mati’, ‘alam maut’, dan ‘kerajaan maut’.

1. Kadang-kadang kata SHEOL / HADES itu tidak menunjuk pada suatu tempat, tetapi pada suatu keadaan kematian.

2. Kalau menunjuk pada suatu tempat, maka SHEOL / HADES mempunyai 2 kemungkinan, yaitu:

a. Kuburan.
b. Neraka.

L Berkhof: Ada juga beberapa text dimana SHEOL dan HADES kelihatannya menunjuk pada ‘kuburan’. Tetapi tidak selalu mudah untuk menentukan, apakah kata itu menunjuk pada ‘kuburan’ atau pada ‘keadaan dari orang mati’.

1. Kuburan / keadaan kematian.
· Kej 42:38 - “Tetapi jawabnya: ‘Anakku itu tidak akan pergi ke sana bersama2 dengan kamu, sebab kakaknya telah mati dan hanya dialah yang tinggal; jika dia ditimpa kecelakaan di jalan yang akan kamu tempuh, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena dukacita.’”.

· 1Sam 2:6 - “TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana”.

· Maz 88:3-4 - “(3) Biarlah doaku datang ke hadapanMu, sendengkanlah telingaMu kepada teriakku; (4) sebab jiwaku kenyang dengan malapetaka, dan hidupku sudah dekat dunia orang mati”.

· Maz 89:49 - “Siapakah orang yang hidup dan yang tidak mengalami kematian, yang dapat meluputkan nyawanya dari kuasa dunia orang mati? Sela”.
2. Neraka.

L Berkhof: Peringatan dan ancaman yang ada dalam text2 itu hilang sama sekali, jika SHEOL dipahami sebagai suatu tempat netral kemana semua orang pergi.
· Maz 9:18 - “Orang2 fasik akan kembali (berbelok) ke dunia orang mati, ya, segala bangsa yang melupakan Allah”.

· Maz 49:15 - “Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati, digembalakan oleh maut; mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka”.

· Maz 55:16 - “Biarlah maut menyergap mereka, biarlah mereka turun hidup2 ke dalam dunia orang mati! Sebab kejahatan ada di kediaman mereka, ya dalam batin mereka”.

· Amsal 15:24 - “Jalan kehidupan orang berakal budi menuju ke atas, supaya ia menjauhi dunia orang mati di bawah”.

· Luk 16:23 - “Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut (HADES) ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya”.

- AMIN-
By Pdt. Budi Asali MDIV.

Minggu, 27 Februari 2011

Eskatology ke - 5 the doctrine of the sleep of the soul’/‘Psychopannychy’

Sleep of the soul.

a) ‘the doctrine of the sleep of the soul’ (= doktrin tentang jiwa yang tidur) = ‘Psychopannychy’.
b) Dasar dari ajaran ini dan jawabannya:

1. Setelah kematian, jiwa tak punya kesadaran, karena kesadaran dari jiwa tergantung pada otak.

2. Kitab Suci sering gambarkan ‘mati’ sebagai ‘tidur’, seperti dalam:

· Mat 9:24 - “berkatalah Ia: ‘Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.’ Tetapi mereka menertawakan Dia”.

· Yoh 11:11-15 - “(11) Demikianlah perkataanNya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: ‘Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.’ (12) Maka kata murid2 itu kepadaNya: ‘Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.’ (13) Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. (14) Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: ‘Lazarus sudah mati; (15) tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya.’”.

· Kis 7:60 - “Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: ‘Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!’ Dan dengan perkataan itu meninggallah ia”.

KJV: ‘And when he had said this, he fell asleep’ (= Dan pada waktu ia telah mengetakan ini, ia jatuh tertidur).

· 1Kor 15:51 - “Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah”.

KJV: ‘We shall not all sleep’ (= Kita tidak semuanya akan tertidur).

· 1Tes 4:13 - “Selanjutnya kami tidak mau, saudara2, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan”.

KJV: ‘concerning them which are asleep’ (= mengenai mereka yang tertidur).

3. Ayat2 Kitab Suci tertentu mengatakan bahwa orang2 mati itu tidak sadar. Contoh:

· Maz 6:6 - “Sebab di dalam maut tidaklah orang ingat kepadaMu; siapakah yang akan bersyukur kepadaMu di dalam dunia orang mati?”.

· Maz 30:10 - “ ‘Apakah untungnya kalau darahku tertumpah, kalau aku turun ke dalam lobang kubur? Dapatkah debu bersyukur kepadaMu dan memberitakan kesetiaanMu?”.

· Maz 88:11-13 - “(11) Apakah Kaulakukan keajaiban bagi orang2 mati? Masakan arwah bangkit untuk bersyukur kepadaMu? Sela (12) Dapatkah kasihMu diberitakan di dalam kubur, dan kesetiaanMu di tempat kebinasaan? (13) Diketahui orangkah keajaiban2Mu dalam kegelapan, dan keadilanMu di negeri segala lupa?”.

· Maz 115:17-18 - “(17) Bukan orang-orang mati akan memuji2 TUHAN, dan bukan semua orang yang turun ke tempat sunyi, (18) tetapi kita, kita akan memuji TUHAN, sekarang ini dan sampai selama2nya. Haleluya!”.

· Maz 146:4 - “Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud2nya”.

· Pkh 9:10 - “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi”.

· Yes 38:18-19 - “(18) Sebab dunia orang mati tidak dapat mengucap syukur kepadaMu, dan maut tidak dapat memuji-muji Engkau; orang2 yang turun ke liang kubur tidak menanti2 akan kesetiaanMu. (19) Tetapi hanyalah orang yang hidup, dialah yang mengucap syukur kepadaMu, seperti aku pada hari ini; seorang bapa memberitahukan kesetiaanMu kepada anak2nya”.

4. Tidak ada orang-orang yang dibangkitkan dari antara orang mati yang menceritakan pengalaman mereka pada saat mati.

Jawab:

Ini merupakan ‘argument from silence’ (= argumentasi dari ke-diam-an).

2Kor 12:4 - “ia tiba2 diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia”.

5. Ayat2 lain yang digunakan untuk mendukung doktrin ini, yaitu:

a. Maz 17:15 - “Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajahMu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupaMu”.

b. Maz 16:10 - “sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati (SHEOL), dan tidak membiarkan Orang KudusMu melihat kebinasaan”.

KJV: ‘For thou wilt not leave my soul in hell; neither wilt thou suffer thine Holy One to see corruption’ (= Karena Engkau tidak akan meninggalkan jiwaku di neraka; juga Engkau tidak akan membiarkan Orang KudusMu melihat pembusukan).

Jawaban saya:

Ayat ini dikutip dalam Kis 2:25-28 dan Kis 13:35-37 dan diterapkan kepada Kristus!

NASB: ‘For Thou wilt not abandon my soul to Sheol; Neither wilt Thou allow Thy Holy One to undergo decay’ (= Karena Engkau tidak akan meninggalkan jiwaku pada / di Sheol; juga Engkau tidak akan mengijinkan Orang KudusMu untuk mengalami pembusukan).

NIV: ‘because you will not abandon me to the grave, nor will you let your Holy One see decay’ (= karena Engkau tidak akan meninggalkan aku pada / di kuburan, ataupun akan membiarkan Orang KudusMu melihat pembusukan).

c) Argumentasi yang menentang ajaran ini:

1. Cerita tentang Lazarus dan orang kaya (Luk 16:19-31).

2. Paulus mengatakan bahwa kalau mati, ia akan pulang ke rumah bersama Tuhan, dan itu merupakan sesuatu yang sangat ia inginkan.

2Kor 5:8 - “tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan”.

NASB: ‘to be at home with the Lord’ (= ada di rumah bersama Tuhan).
NIV: ‘at home with the Lord’ (= di rumah bersama Tuhan).
Literal / hurufiah: ‘to come home to the Lord’ (= pulang ke rumah kepada Tuhan).

Fil 1:23 - “Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus - itu memang jauh lebih baik”.

3. Kitab Suci mengatakan bahwa setelah kematian kita disempurnakan, dan ini secara implicit menunjukkan adanya kesadaran.

Ibr 12:23 - “dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna”.

4. Kitab Suci mengatakan bahwa roh2 orang benar berteriak menuntut pembalasan terhadap penganiaya2 gereja.

Wah 6:9 - “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa2 mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki”.

5. Kitab Suci mengatakan bahwa jiwa2 dari para martir memerintah bersama Kristus.

Wah 20:4 - “Lalu aku melihat takhta2 dan orang2 yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa2 mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama2 dengan Kristus untuk masa seribu tahun”.

3) Annihilation (= Pemusnahan).

a) Ajaran ini mempunyai beberapa bentuk:

1. Manusia diciptakan sebagai mahluk yang immortal, tetapi kalau ia terus hidup dalam dosa, maka Allah mencabut immortality itu, dan setelah mati ia akhirnya dimusnahkan sehingga tidak mempunyai keberadaan lagi, atau setelah mati ia tidak mempunyai kesadaran untuk selama-lamanya, dan ini sebetulnya tidak terlalu berbeda dengan non-existence (tak mempunyai keberadaan).

2. Manusia sebetulnya tidak mempunyai immortality, tetapi bagi yang percaya kepada Kristus lalu diberikan immortality itu. Sedangkan orang yang tidak percaya akhirnya musnah atau kehilangan kesadaran secara total untuk selama-lamanya.

3. Ada juga yang mempercayai bahwa orang-orang jahat akan mengalami hukuman dalam kehidupan yang akan datang, tetapi hanya bersifat sementara, dan sesudah itu mereka dimusnahkan.

b) Dasar Kitab Suci mereka dan jawabannya:

1. Kitab Suci mengatakan bahwa hanya Allah yang mempunyai immortality / ketidak-bisa-binasaan.

1Tim 6:16 - “Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. BagiNyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin”.

KJV: ‘Who only hath immortality’ (= Yang adalah satu-satunya yang mempunyai kekekalan / ketidak-bisa-binasaan).

2. Kitab Suci tidak pernah mengatakan adanya immortality dari jiwa manusia secara umum, tetapi hanya bagi orang2 percaya saja.
Yoh 10:27-28 - “(27) Domba2Ku mendengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, (28) dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama2nya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu”.

Yoh 17:3 - “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu2nya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus”.

Ro 2:7 - “yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan”.

Ro 6:22-23 - “(22) Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. (23) Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita”.

Gal 6:8 - “Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu”.
3. Kitab Suci mengancam orang-orang berdosa dengan kehancuran / kematian, yang ditafsirkan sebagai pemusnahan.
Mat 7:13 - “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya”.

Mat 10:28 - “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka”.

Yoh 3:16 - “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.

Ro 6:23 - “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita”.

Ro 8:13 - “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan2 tubuhmu, kamu akan hidup”.

2Tes 1:9 - “Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama2nya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatanNya”.
Bandingkan dengan:
· Wah 21:8 - “Tetapi orang2 penakut, orang2 yang tidak percaya, orang2 keji, orang2 pembunuh, orang2 sundal, tukang2 sihir, penyembah2 berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala2 oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.’”.

· 2Tes 1:9 - “Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama2nya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatanNya”.
c) Argumentasi2 yang menentang pandangan ini.

1. Kitab Suci mengajarkan bahwa orang2 percaya maupun orang2 yang tidak percaya akan terus ada selama2nya.
Pkh 12:7 - “dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya”.

Mat 25:46 - “Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.’”.

Ro 2:8,10 - “(8) tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman. ... (10) tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani”.
2. Kitab Suci mengajarkan adanya tingkat-tingkat hukuman.
Mat 11:20-24 - “(20) Lalu Yesus mulai mengecam kota2 yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat2Nya: (21) ‘Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat2 yang telah terjadi di tengah2 kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. (22) Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. (23) Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat2 yang telah terjadi di tengah2 kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. (24) Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.’”.

Luk 12:47-48 - “(47) Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. (48) Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.’”.
3. Annihilation / pemusnahan bukanlah hukuman.

a. Tidak ada yang perlu ditakuti dari pemusnahan, dan ini akan mendorong orang-orang untuk berbuat jahat.

1Kor 15:32b - “Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka ‘marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati’”.

b. Bagi orang-orang yang lelah / bosan hidup, pemusnahan bahkan lebih merupakan berkat dari pada hukuman.

4. Kitab Suci secara sangat jelas mengajarkan adanya hukuman kekal bagi orang-orang yang tidak percaya.

· Mat 25:41,46 - “(41) Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang2 terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat2nya. ... (46a) Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, ...”.

· Wah 14:11 - “Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama2nya, dan siang malam mereka tidak henti2nya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya”.

· Wah 20:10 - “dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama2nya”.

Hukuman yang hanya bersifat sementara bertentangan dengan:

¨ ‘api yang tidak terpadamkan’ (Mat 3:12b Mark 9:43b,48).
¨ ‘api yang kekal’ (Mat 25:41 Yudas 7).
¨ ‘siksaan yang kekal’ (Mat 25:46).
¨ ‘siang malam tidak henti-hentinya’ (Wah 14:11).
¨ ‘siang malam sampai selama-lamanya’ (Wah 20:10).
¨ ‘ulat-ulatnya tidak akan mati’ (Mark 9:44,46,48).

¨ Luk 16:26 - “Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang”.

Shedd: Andaikata Kristus bermak­sud untuk mengajar bahwa hukuman yang akan datang itu bersi­fat memperbaiki dan sementara, Ia akan membandingkannya dengan ulat yang bisa mati, dan bukannya dengan ulat yang tidak bisa mati; dengan api yang bisa padam, dan bukannya dengan api yang tidak dapat dipadamkan.

Jawaban dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh:

GMA: “Perjanjian Baru menggunakan istilah ‘kekal’ dan ‘selama-lamanya’. Istilah ini merupakan terjemahan dari Yunani AIONIOS, diterapkan kepada Tuhan dan juga kepada manusia. Untuk menghindarkan salah pengertian, seseorang harus mengingat bahwa AIONIOS adalah istilah relatif; maknanya ditentukan oleh obyek yang diterangkannya. Jadi, apabila Kitab Suci menggunakan kata AIONIOS (‘selama-lamanya,’ ‘kekal’) mengenai Allah, itu berarti bahwa Ia memiliki eksistensi yang baka - karena Tuhan itu abadi. Tetapi apabila kata ini digunakan untuk manusia yang fana atau makhluk yang dapat binasa, maka yang dimaksudkannya ialah selama orang itu hidup atau benda itu masih ada. ... Apabila hal itu berkaitan dengan Tuhan, maka maknanya adalah mutlak - karena Tuhan itu kekal; apabila itu berkaitan dengan manusia yang fana, maka maknanya terbatas”.

Tanggapan saya:

a) Apa dasarnya untuk membedakan istilah itu pada saat diterapkan kepada Allah dan kepada manusia?
b) Bagaimana kalau istilah itu diterapkan kepada api, setan dsb?
c) Mengapa kalau orang percaya dikatakan mendapat hidup kekal kok dianggap betul-betul kekal? Mengapa dibedakan penafsiran kata kekal itu untuk ‘hukuman / siksaan kekal’ dan untuk ‘hidup kekal’?

GMA: “Yudas 7, sekadar contoh, mengatakan bahwa Sodom dan Gomora menderita ‘siksaan api kekal.’ Namun demikian kota2 itu toh tidak terbakar sampai sekarang ini. Petrus mengatakan bahwa api itu membakar kota tersebut menjadi debu, menghukum mereka dengan kebinasaan (2Ptr 2:6). ‘Api kekal’ membakar sampai tidak ada lagi yang tersisa, dan sesudah itu padam (lihat juga Yer 17:27; 2Taw 36:19). Begitu pula Kristus mengirimkan orang jahat masuk ke dalam ‘api kekal’ (Mat 25:41), api itu akan membakar orang jahat dengan ‘api yang tidak terpadamkan’ (Mat 3:12). Api itu padam bila tidak ada lagi sesuatu yang akan dibakarnya”.
Yudas 7 - “sama seperti Sodom dan Gomora dan kota2 sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan2 yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang”.

2Pet 2:6 - “dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa2 kemudian”.

Yer 17:27 - “Tetapi apabila kamu tidak mendengarkan perintahKu untuk menguduskan hari Sabat dan untuk tidak masuk mengangkut barang-barang melalui pintu2 gerbang Yerusalem pada hari Sabat, maka di pintu2 gerbangnya Aku akan menyalakan api, yang akan memakan habis puri2 Yerusalem, dan yang tidak akan terpadamkan.’”.
Tanggapan saya:

a) Bandingkan dengan terjemahan2 Kitab Suci bahasa Inggris.
KJV: ‘and it shall not be quenched’ (= dan itu tidak akan dipadamkan).
RSV: ‘and shall not be quenched’ (= dan tidak akan dipadamkan).
NIV: ‘an unquenchable fire’ (= suatu api yang tidak bisa dipadamkan).
NASB: ‘and not be quenched’ (= dan tidak akan dipadamkan).
Ibrani: ‘tidak akan dipadamkan’, bukannya ‘tidak bisa padam’ seperti dalam terjemahan NIV.

Mat 3:12b - “... debu jerami itu akan dibakarnya dengan api yang tidak terpadamkan”.

KJV/RSV/NIV/NASB: ‘unquenchable fire’ (= api yang tidak bisa dipadamkan).

b) Kitab Suci jelas mengatakan api yang tidak bisa padam, dan ulat yang tidak bisa mati (Mark 9:43-48 Mat 3:12), tetapi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh menafsirkan bahwa apinya akan padam kalau sudah tak ada lagi sesuatu yang dibakar.
Mark 9:43-48 - “(43) Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; (44) [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.] (45) Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; (46) [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.] (47) Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, (48) di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam”.

Mat 3:12b - “... debu jerami itu akan dibakarnya dengan api yang tidak terpadamkan”.
KJV/RSV/NIV/NASB: ‘unquenchable fire’ (= api yang tidak bisa dipadamkan).
Yes 34:9-10 - “(9) Sungai2 Edom akan berubah menjadi ter, dan tanahnya menjadi belerang; negerinya akan menjadi ter yang menyala2. (10) Siang dan malam negeri itu tidak akan padam-padam, asapnya naik untuk selama2nya. Negeri itu akan menjadi reruntuhan turun-temurun, tidak ada orang yang melintasinya untuk seterusnya”.
GMA: “Edom telah dibinasakan, akan tetapi tidak terus menyala sampai sekarang. Kata ‘selama-lamanya’ di sini digunakan untuk menyatakan sampai kehancuran itu sempurna betul”.
· Kel 21:6 - “maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup”.
KJV: ‘for ever’ (= selama-lamanya).
· 1Sam 1:22 - “Tetapi Hana tidak ikut pergi, sebab katanya kepada suaminya: ‘Nanti apabila anak itu cerai susu, aku akan mengantarkan dia, maka ia akan menghadap ke hadirat TUHAN dan tinggal di sana seumur hidupnya.’”.
KJV: ‘for ever’ (= selama-lamanya).
· Yun 2:6 - “di dasar gunung2. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama2nya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku”.

· Filemon 15 - “Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya”.

· Maz 92:8 - “Apabila orang2 fasik bertunas seperti tumbuh2an, dan orang2 yang melakukan kejahatan berkembang, ialah supaya mereka dipunahkan untuk selama-lamanya”.
GMA: “Sekali orang jahat - Setan, malaikat2 jahat umat yang tidak bertobat - dibinasakan oleh api, baik akar maupun cabangnya, maka tidak ada guna lagi maut maupun hades (baca bab 25). Ini juga akan dibinasakan Tuhan selama2nya (Why 20:14)”.

Wah 20:14 - “Lalu maut dan kerajaan maut (Yunani: HADES) itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api”.

GMA: “Oleh karena itu, Alkitab menjelaskan dengan tandas, bahwa hukuman, bukan penghukuman, yang kekal - adalah kematian yang kedua. Setelah hukuman ini tidak akan ada lagi kebangkitan; efeknya adalah kekal”.

GMA: “Apabila Kristus berbicara mengenai ‘siksaan yang kekal’ maka yang dimaksudkan-Nya bukanlah hukuman yang kekal. ... hukuman (bagi orang jahat) akan abadi juga - yang dimaksudkan bukanlah ketahanan yang abadi dengan kesadaran yang sempurna dan bersifat final. Tamatnya orang2 yang mengalami siksa kematian yang kedua itu. Kematian ini untuk selama-lamanya, karena dari situ tidak akan ada lagi dan tidak akan dapat lagi kebangkitan yang bagaimanapun. Apabila Alkitab berbicara darihal ‘kelepasan yang kekal’ (Ibr 9:12) dan ‘hukuman kekal’ (Ibr 6:2), yang ditunjukkannya ialah akibat yang kekal dari penebusan dan penghakiman - bukanlah proses yang berkelanjutan tidak ada akhirnya dari penebusan dan penghakiman. Dengan cara yang sama, apabila yang dibicarakan mengenai hukuman yang abadi dan kekal, yang dimaksudkannya ialah hasil akhir dan bukan proses penghukuman itu. Kematian orang jahat itu merupakan kematian yang akhir dan selama-lamanya”.

Ibr 9:12 - “dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darahNya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal”.

Ibr 6:2 - “yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang2 mati dan hukuman kekal”.

Tanggapan saya:

a) Kata-kata ini jelas tidak cocok dengan:
· Wah 14:11 - “Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya”.
KJV: ‘they have no rest day nor night’ (= mereka tidak mendapat istirahat pagi atau malam).
· Wah 20:10 - “dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya”.
b) Pengontrasan mereka tentang Ibr 9:12 dan Ibr 6:2 justru salah.

GMA: “Pandangan mengenai sifat Tuhan diputarbalikkan karena perbuatan jemaat ini, dan doktrin purgatori (api penyucian) dan siksaan yang kekal telah membuat orang menolak kekristenan”.

Tanggapan saya:
a) Enak saja ngomong tanpa dasar apapun.
b) Doktrin tentang api penyucian (yang sifatnya sementara) justru sesuai dengan ajaran mereka tentang siksaan terbatas

Pdt Budi Asali M.Div

Sabtu, 26 Februari 2011

Eskatology ke - 4 Intermediate state

III) Intermediate state.

1) Doktrin Gereja Roma Katolik tentang keadaan dan tempat dari jiwa setelah kematian.

a) Limbus Patrum dan Limbus Infantum.
1. LIMBUS (= tepi / pinggiran) menunjuk pada 2 tempat yang ada di tepi / pinggiran neraka.
2. Limbus Patrum = tempat penahanan orang2 kudus jaman PL sampai kebangkitan Kristus.
3. Limbus Infantum = tempat dari bayi-bayi yang mati tanpa dibaptiskan.
Yoh 3:5 - “Jawab Yesus: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah”.

Hoeksema: Merupakan doktrin Roma Katolik bahwa tanpa sakramen baptisan, yang dilakukan oleh gereja, tidak seorangpun bisa masuk ke dalam kerajaan surga) - ‘Reformed Dogmatics’, hal 763.

L Berkhof: sementara mereka dilarang masuk ke surga, mereka dibuang ke suatu tempat pada pinggiran dari neraka, dimana apinya yang mengerikan itu tidak mencapainya. Mereka tinggal di tempat ini selama2nya tanpa pengharapan untuk dibebaskan. ... mereka tidak menderita hukuman yang bersifat positif, tidak ada rasa sakit, tetapi hanya dikeluarkan dari berkat2 surga. Mereka mengenal dan mengasihi Allah oleh penggunaan kekuatan alamiah mereka, dan mempunyai kebahagiaan alamiah yang penuh.

b) Purgatory / api penyucian (Katolik).

1. Ada orang-orang yang langsung masuk ke neraka, yaitu:
· Orang yang tidak dibaptis / tidak berhubungan dengan gereja.
· Orang yang sudah dibaptis tetapi yang lalu melakukan mortal sin (= dosa besar / mematikan).
2. Ada orang-orang yang langsung masuk surga, yaitu orang percaya yang sempurna.

Contoh: Rasul Paulus (Fil 1:21,23).

3. Ada orang-orang yang akan pergi ke api penyucian, yaitu orang percaya yang tidak sempurna, dan ini merupakan kondisi dari orang-orang percaya pada umumnya!

Ajaran Gereja Roma Katolik berkenaan dengan api penyucian:

a. Api penyucian bukanlah tempat pencobaan / ujian, tetapi tempat dimana jiwa-jiwa yang nantinya pasti akan masuk surga, tetapi belum siap untuk hal itu, disucikan dan dipersiapkan supaya bisa masuk surga.

b. Lamanya seseorang berada dalam api penyucian itu, dan juga tingkat penderitaan / rasa sakit yang ia alami, tergantung dari tingkat penyucian yang ia butuhkan.

c. Penderitaan dalam api penyucian.

Dalam api penyucian itu jiwa-jiwa ini terpisah dari Allah, dan betul-betul mengalami rasa sakit. Penderitaan dalam api penyucian ini sangat hebat, tidak berbeda dengan dalam neraka.

Rasa sakit dari api penyucian itu sangat hebat, melebihi apapun yang dialami / dirasakan dalam hidup ini.

Menurut Bapa2 kudus dari Gereja, api dari api penyucian tidak berbeda dengan api dari neraka, kecuali dalam hal lamanya / waktunya. ‘Itu adalah api yang sama’, kata orang suci yang bernama Thomas Aquinas, ‘yang menyiksa orang jahat / orang yang ditetapkan untuk binasa dalam neraka, dan orang benar dalam api penyucian. Rasa sakit yang paling kecil di api penyucian’, katanya, ‘melebihi penderitaan yang paling besar dalam hidup ini’. Tidak ada sesuatu apapun kecuali lamanya yang kekal yang membuat api neraka lebih mengerikan / dahsyat dari pada api dari api penyucian.

d. Lamanya seseorang berada dalam api penyucian.

Sama sekali tidak ada keraguan bahwa dalam kasus2 tertentu rasa sakit itu berlangsung untuk berabad2.

e. Hak Paus dan pastor atas api penyucian.
f. Lamanya bisa diperpendek, dan tingkat penderitaannya bisa dikurangi, oleh:

· doa2 dan perbuatan2 baik dari orang2 yang masih hidup.

Pemberian uang.

L Boettner: Doktrin api penyucian kadang2 disebut sebagai ‘tambang emas keimaman’ karena itu merupakan sumber penghasilan yang menguntungkan.

Pengadaan misa.

L Boettner: Orang Irlandia mempunyai pepatah: ‘Uang besar, misa besar; uang kecil, misa kecil; tidak ada uang, tidak ada misa’.
Doa pastor.
Surat pengampunan dosa (letter of indulgence).
Surat pengampunan dosa ini mulai ada pada tahun 1190.
Menjelang Reformasi surat pengampunan dosa ini dijual.
Pada saat koin berdenting di kotak kolekte, saat itu jiwa meloncat dari api penyucian.
Ini direstui oleh Council of Trent pada tahun 1593.
g. Dasar Kitab Suci doktrin api penyucian ini:
· 2Makabe 12:38-45 - “(38) Kemudian Yudas mengumpulkan bala tentaranya dan pergilah ia ke kota Adulam. Mereka tiba pada hari yang ke tujuh. Maka mereka menyucikan diri menurut adat dan merayakan hari Sabat di situ. (39) Pada hari berikutnya waktu hal itu menjadi perlu pergilah anak buah Yudas untuk membawa pulang jenazah orang2 yang gugur dengan maksud untuk bersama dengan kaum kerabat mereka mengebumikan jenazah2 itu di pekuburan nenek moyang. (40) Astaga, pada tiap2 orang yang mati itu mereka temukan di bawah jubahnya sebuah jimat dari berhala2 kota Yamnia. Dan ini dilarang bagi orang2 Yahudi oleh hukum Taurat. Maka menjadi jelaslah bagi semua orang mengapa orang2 itu gugur. (41) Lalu semua memuliakan tindakan TUHAN, Hakim yang adil, yang menyatakan apa yang tersembunyi. (42) Merekapun lalu mohon dan minta, semoga dosa yang telah dilakukan itu dihapus semuanya. Tetapi Yudas yang berbudi luhur memperingatkan khalayak ramai, supaya memelihara diri tanpa dosa, justru oleh karena telah mereka saksikan dengan mata kepala sendiri apa yang sudah terjadi oleh sebab dosa orang2 yang gugur itu. (43) Kemudian dikumpulkannya uang ditengah2 pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan korban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, oleh karena Yudas memikirkan kebangkitan. (44) Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang2 yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang2 mati. Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka”.
Jawab:
* Ini termasuk dalam Apocrypha / Deuterokanonika
1Yoh 5:16 - “Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberi hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan bahwa ia harus berdoa”.
* 2Makabe 12:38-45 tidak berkata apa-apa tentang api penyucian. 
* Mengapa dari text seperti itu mereka menyimpulkan bahwa ada tempat di antara surga dan neraka? Mengapa tidak ditafsirkan bahwa Yudas itu memberikan ajaran sesat / melakukan praktek yang sesat?

* Menurut ajaran Roma Katolik sendiri orang-orang yang mempunyai jimat seperti dalam 2Makabe itu, akan langsung masuk neraka, karena ini termasuk mortal sin (= dosa besar / mematikan).
· 4 text Kitab Suci yaitu:
* Yes 4:4 - “apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah2nya dengan roh yang mengadili dan yang membakar”.

* Mikha 7:8-9 - “(8) Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. (9) Aku akan memikul kemarahan TUHAN, sebab aku telah berdosa kepadaNya, sampai Ia memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku, membawa aku ke dalam terang, sehingga aku mengalami keadilanNya”.

* Zakh 9:11 - “Mengenai engkau, oleh karena darah perjanjianKu dengan engkau, Aku akan melepaskan orang2 tahananmu dari lobang yang tidak berair”.

* Mal 3:2-3 - “(2) Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatanganNya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. (3) Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang2 yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN”.

Yes 4:2-6 - “(2) Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput. (3) Dan orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup, (4) apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar. (5) Maka TUHAN akan menjadikan di atas seluruh wilayah gunung Sion dan di atas setiap pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam, sebab di atas semuanya itu akan ada kemuliaan TUHAN sebagai tudung (6) dan sebagai pondok tempat bernaung pada waktu siang terhadap panas terik dan sebagai perlindungan dan persembunyian terhadap angin ribut dan hujan”.

Mikha 7:7-10 - “(7) Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku! (8) Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. (9) Aku akan memikul kemarahan TUHAN, sebab aku telah berdosa kepadaNya, sampai Ia memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku, membawa aku ke dalam terang, sehingga aku mengalami keadilanNya. (10) Musuhku akan melihatnya dan dengan malu ia akan menutupi mukanya, dia yang berkata kepadaku: ‘Di mana TUHAN, Allahmu?’ Mataku akan memandangi dia; sekarang ia diinjak-injak seperti lumpur di jalan”.

Zakh 9:11-12 - “(11) Mengenai engkau, oleh karena darah perjanjianKu dengan engkau, Aku akan melepaskan orang-orang tahananmu dari lobang yang tidak berair. (12) Kembalilah ke kota bentengmu, hai orang tahanan yang penuh harapan! Pada hari ini juga Aku memberitahukan: Aku akan memberi ganti kepadamu dua kali lipat!”.

Mal 3:2-4 - “(2) Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatanganNya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. (3) Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang2 yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN. (4) Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari2 dahulu kala dan seperti tahun2 yang sudah2”.

· Mat 12:32 - “Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak”.

· 1Kor 3:13-15 - “(13) sekali kelak pekerjaan masing2 orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing2 orang akan diuji oleh api itu. (14) Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. (15) Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api”.

· 1Kor 15:29 - “Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang2 yang dibaptis bagi (Yunani: HUPER) orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang2 yang telah meninggal?”.
Jawab:

Macam-macam penafsiran tentang ayat ini:
* Dalam ayat ini Paulus menunjuk pada praktek baptisan terhadap seseorang sebagai wakil dari orang yang sudah mati, yang tidak sempat dibaptis.

* Ayat ini menunjuk pada praktek untuk membaptis seseorang di atas kuburan para martir, untuk menyatakan iman pada kebangkitan orang mati.

* Calvin beranggapan bahwa kata HUPER bisa diartikan ‘as’ (= seperti / sebagai) dan karena itu ia menganggap bahwa ayat ini menunjuk pada praktek baptisan terhadap orang yang sakit dan hampir mati.

* Ada yang beranggapan bahwa kata-kata ‘orang mati’ menunjuk pada ‘tubuh kita yang fana ini’.

* Ada juga yang beranggapan bahwa kata-kata ‘orang mati’ menunjuk kepada Kristus.

* Ada lagi penafsir yang menafsirkan bahwa kata ‘baptis’ menunjuk pada ‘penderitaan’. Bdk. Mark 10:38 dan Luk 12:50.
Apapun arti dari ayat ini, yang jelas, Paulus menggunakannya sebagai argumentasi untuk mendukung adanya kebangkitan orang mati. Karena itu, jelas bahwa ayat ini sama sekali tidak berurusan dengan api penyucian.

· Yudas 22-23: “(22) Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, (23) selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa”.

Berkhof: Tetapi sangat jelas bahwa text2 ini bisa dijadikan dasar untuk mendukung doktrin api penyucian hanya dengan exegesis yang sangat dipaksakan. Doktrin ini secara mutlak tidak mempunyai dukungan dalam Kitab Suci.

Doktrin api penyucian ini juga berlandaskan pada ajaran2 lain yang sebagai tidak Alkitabiah seperti:

Gereja / Paus mempunyai kuasa yang mutlak dalam menyelamatkan seseorang dari api penyucian.

Manusia bisa hidup sedemikian rupa sehingga melampaui tingkat kesucian yang dituntut oleh Allah. Ini >< banyak ayat, seperti Yes 64:6, yang mengatakan bahwa ‘segala kesalehan kami seperti kain kotor’.

Perbuatan baik kita betul-betul berjasa dalam penyelamatan diri kita sendiri. Ini bertentangan dengan Ef 2:8-9 dan banyak ayat lain yang menekankan keselamatan karena iman saja, sama sekali bukan karena perbuatan baik.

Tidak cukupnya penebusan yang dilakukan oleh Kristus bagi dosa-dosa kita sehingga harus kita tambahi sendiri. Ini bertentangan dengan kata-kata ‘Sudah selesai’ di atas kayu salib (Yoh 19:30).

Doktrin tentang api penyucian ini juga >< cerita tentang penjahat yang bertobat di kayu salib, yang oleh Yesus dikatakan masuk Firdaus / surga (Luk 23:43), bukan neraka ataupun api penyucian.


- AMIN -

 Pdt Budi Asali M.Div

Eskatology ke - 3 The immortality of the soul


1) Istilah ‘immortality’.

a) Dalam arti mutlak ‘immortality’ hanya merupakan milik dari Allah.
1Tim 6:15-16 - “(15) yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. (16) Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. BagiNyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin”.
KJV: ‘Who only hath immortality’ (= Yang adalah satu-satunya yang mempunyai kekekalan / ketidak-bisa-binasaan).
b) ‘Immortality’, dalam arti keberadaan tanpa akhir, juga adalah milik dari semua roh, termasuk jiwa / roh manusia.

2) Dasar kepercayaan terhadap ‘immortality’ dari jiwa manusia.

a) Allah itu ada dan adil, tetapi dalam kehidupan ini, keadilan itu belum terlaksana. Kalau pada saat mati, jiwa musnah, maka semua keadilan ini tidak pernah diluruskan.

Louis Berkhof: tuntutan keadilan tidak dipenuhi dalam kehidupan sekarang ini. ... Karena itu, harus ada keadaan keberadaan yang akan datang, dalam mana keadilan akan memerintah sepenuhnya, dan ketidak-rataan / ketidak-samaan dari masa sekarang akan disesuaikan.

b) Dasar Kitab Suci.

Hoeksema: Terpisah dari wahyu / penyataan, dan itupun, wahyu / penyataan dalam Kitab Suci, tidak ada bukti apapun yang sungguh-sungguh bahwa jiwa manusia terus ada setelah kematian jasmani.

1. Dalam Perjanjian Lama.
2Tim 1:10 - “dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa”.

KJV: ‘and hath brought life and immortality to light through the gospel’ (= dan telah membawa hidup dan ketidak-bisa-binasaan kepada terang melalui injil).
a. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.
Kej 1:26-27 - “(26) Berfirmanlah Allah: ‘Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.’ (27) Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka”.
b. Perjanjian Lama mengajarkan bahwa orang mati akan pergi ke SHEOL.
Ul 32:22 - “Sebab api telah dinyalakan oleh murkaKu, dan bernyala-nyala sampai ke bagian dunia orang mati (SHEOL) yang paling bawah; api itu memakan bumi dengan hasilnya, dan menghanguskan dasar gunung-gunung”.

Maz 9:18 - “Orang-orang fasik akan kembali ke dunia orang mati (SHEOL), ya, segala bangsa yang melupakan Allah”.

‘akan kembali’ ® KJV: ‘shall be turned into’ (= akan dibelokkan ke dalam).

Maz 49:15 - “Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati, digembalakan oleh maut; mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati (SHEOL) menjadi tempat kediaman mereka”.

Maz 89:49 - “Siapakah orang yang hidup dan yang tidak mengalami kematian, yang dapat meluputkan nyawanya dari kuasa dunia orang mati (SHEOL)? Sela”.

Hos 13:14 - “Akan Kubebaskankah mereka dari kuasa dunia orang mati, akan Kutebuskah mereka dari pada maut? Di manakah penyakit samparmu, hai maut, di manakah tenaga pembinasamu, hai dunia orang mati (SHEOL)? MataKu tertutup bagi belas kasihan”.
Louis Berkhof: Manusia masuk ke dalam keadaan kebahagiaan yang sempurna hanya oleh pembebasan dari SHEOL. Dalam pembebasan ini kita mencapai inti sesungguhnya dari pengharapan Perjanjian Lama tentang suatu kekekalan yang diberkati. Ini diajarkan secara jelas dari beberapa text seperti Maz 16:10; 49:15-16.
Maz 16:9-11 - “(9) Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; (10) sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati (SHEOL), dan tidak membiarkan Orang KudusMu melihat kebinasaan. (11) Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapanMu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kananMu ada nikmat senantiasa”.

Maz 49:16 - “Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati (SHEOL), sebab Ia akan menarik aku. Sela”.
c. Perjanjian Lama ajarkan kebangkitan orang mati.
1. Kel 3:6a - “Lagi Ia berfirman: ‘Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.’”.

Mat 22:32 - “Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.’”.

2. Yes 26:19 - “Ya, TUHAN, orang-orangMu yang mati akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula. Hai orang-orang yang sudah dikubur di dalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai! Sebab embun TUHAN ialah embun terang, dan bumi akan melahirkan arwah kembali”.

KJV: ‘the earth shall cast out the dead’ (= bumi akan mengeluarkan orang mati).

3. Dan 12:2 - “Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal”.

NIV: ‘Multitudes who sleep in the dust of the earth’ (= Orang banyak yang tidur dalam debu dari bumi).
d. Perjanjian Lama menunjukkan bahwa orang-orang benar yang mati menikmati persekutuan dengan Allah.
Maz 16:9-11 - “(9) Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; (10) sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang KudusMu melihat kebinasaan. (11) Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapanMu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kananMu ada nikmat senantiasa”.

Maz 17:15 - “Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajahMu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupaMu”.

Maz 73:24-26 - “(24) Dengan nasihatMu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. (25) Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. (26) Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya”.

Ayub 19:26-27 - “(26) Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, (27) yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikanNya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu”.

e. Pkh 3:10-11 - “(10) Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya. (11) Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir”.
KJV: ‘the world’ (= dunia).
RSV/NIV/NASB: ‘eternity’ (= kekekalan).

2. Dalam Perjanjian Baru.

a. Perjanjian Baru jelas mengatakan jiwa orang mati tetap ada, dan ini berlaku untuk orang percaya maupun tidak percaya.
Mat 10:28 - “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka”.

Mat 11:21-24 - “(21) ‘Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. (22) Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. (23) Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. (24) Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.’”.

Mat 12:41 - “Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!”.

Luk 23:43 - “Kata Yesus kepadanya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.’”.

Yoh 11:25-26 - “(25) Jawab Yesus: ‘Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, (26) dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?’”.

Yoh 14:2-3 - “(2) Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. (3) Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada”.

Ro 2:5-11 - “(5) Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. (6) Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, (7) yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, (8) tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman. (9) Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani, (10) tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani. (11) Sebab Allah tidak memandang bulu”.

2Kor 5:1,10 - “(1) Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. ... (10) Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat”.
b. Perjanjian Baru mengajarkan doktrin kebangkitan orang mati.
Luk 20:35-36 - “(35) tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. (36) Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan”.

Yoh 5:25,28-29 - “(25) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. ... (28) Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suaraNya, (29) dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum”.

Kis 24:15 - “Aku menaruh pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga, bahwa akan ada kebangkitan semua orang mati, baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar”.

1Kor 15:12-55 - “(12) Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? (13) Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. (14) Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. (15) Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus - padahal Ia tidak membangkitkanNya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan. (16) Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. (17) Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. (18) Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. (19) Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. (20) Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. (21) Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. (22) Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. (23) Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milikNya pada waktu kedatanganNya. (24) Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. (25) Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuhNya di bawah kakiNya. (26) Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. (27) Sebab segala sesuatu telah ditaklukkanNya di bawah kakiNya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa ‘segala sesuatu telah ditaklukkan’, maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya. (28) Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diriNya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawahNya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua. (29) Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal? (30) Dan kami juga - mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya? (31) Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar. (32) Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka ‘marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati’. (33) Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. (34) Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu. (35) Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: ‘Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?’ (36) Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu. (37) Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain. (38) Tetapi Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendakiNya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri. (39) Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada daging binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan. (40) Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi. (41) Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain. (42) Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. (43) Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. (44) Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah. (45) Seperti ada tertulis: ‘Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup’, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. (46) Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. (47) Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. (48) Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. (49) Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi. (50) Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. (51) Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, (52) dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. (53) Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. (54) Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: ‘Maut telah ditelan dalam kemenangan. (55) Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?’”.

1Tes 4:16 - “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit”.

Wah 20:12-15 - “(12) Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. (13) Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. (14) Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. (15) Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu”.
c. Perjanjian Baru mengajarkan bahwa setelah kematian, orang-orang percaya mendapatkan kehidupan yang diberkati dalam persekutuan dengan Allah.
Mat 13:43 - “Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!’”.

Mat 25:34 - “Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan”.

Ro 2:7,10 - “(7) yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, ... (10) tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani”.

Fil 3:21,23 - “(21) Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. ... (23) Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus - itu memang jauh lebih baik”.

2Tim 4:8 - “Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hariNya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatanganNya”.

Wah 21:4 - “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.’”.

Wah 22:3,4 - “(3) Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hambaNya akan beribadah kepadaNya, (4) dan mereka akan melihat wajahNya, dan namaNya akan tertulis di dahi mereka”.
3) Keberatan terhadap kepercayaan tentang immortality of the soul (= kekekalan / ketidak-bisa-binasaan jiwa).

Pikiran = fungsi dari otak. Otak hancur ® pikiran / jiwa musnah?

4) Penerapan.
1Tim 4:8 - “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah [KJV/RSV/NIV/NASB: ‘godliness’ (= kesalehan)] itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang”.

Mat 16:26 - “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”.

Luk 16:9 - “Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.’”.

Amsal 11:4 - “Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut”.

Amsal 27:24 - “Karena harta benda tidaklah abadi. Apakah mahkota tetap turun-temurun?”.
What money cannot buy (= Apa yang uang tidak bisa beli).

“Money will buy a bed but not sleep; books but not brains; food but not appetite; finery but not beauty; a house but not a home; medicine but not health; luxuries but not culture; amusements but not happiness; religion but not salvation; a passport to everywhere but heaven” (= Uang bisa membeli ranjang tetapi tidak bisa membeli tidur; buku-buku tetapi tidak otak; makanan tetapi tidak nafsu makan; pakaian bagus / perhiasan tetapi tidak kecantikan; rumah tetapi tidak suasana rumah yang menyenangkan; obat tetapi tidak kesehatan; barang-barang lux / kemewahan tetapi tidak kebudayaan; hiburan tetapi tidak kebahagiaan; agama tetapi tidak keselamatan; sebuah paspor kemana saja kecuali ke surga).


-AMIN-

By Pdt. Budi Asali MDIV.

Jumat, 25 Februari 2011

Eskatology ke - 2 Individual eschatology

By Pdt. Budi Asali MDIV.

I) Kematian jasmani.

A) Dalam KS, kematian jasmani dibicarakan dengan berbagai cara:

1) Itu dikatakan sebagai kematian dari tubuh, dan ini dibedakan dari kematian dari jiwa.

Mat 10:28 - “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka”.

2) Itu dinyatakan sebagai akhir dari jiwa, atau hilangnya jiwa.

Mark 3:4 - “Kemudian kataNya kepada mereka: ‘Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?’ Tetapi mereka itu diam saja”.

Yoh 12:25 - “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal”.

Yoh 13:37-38 - “(37) Kata Petrus kepadaNya: ‘Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagiMu!’ (38) Jawab Yesus: ‘Nyawamu akan kauberikan bagiKu? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.’”.

Kis 15:26 - “yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus”.

Kis 20:24 - “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah”.

3) Itu digambarkan sebagai perpisahan tubuh dengan jiwa.

Pkh 12:7 - “dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya”.

Yak 2:26 - “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati”.

Yoh 19:30 - “Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: ‘Sudah selesai.’ Lalu Ia menundukkan kepalaNya dan menyerahkan nyawaNya”.

Kis 7:59 - “Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: ‘Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.’”.

Fil 1:23 - “Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus - itu memang jauh lebih baik”.

Luk 9:31 - “Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergianNya yang akan digenapiNya di Yerusalem”

2Pet 1:15-16 - “(15) Tetapi aku akan berusaha, supaya juga sesudah kepergianku itu kamu selalu mengingat semuanya itu. (16) Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaranNya”.

Berkhof: Mengingat semua ini, bisa dikatakan bahwa, menurut Kitab Suci, kematian jasmani merupakan suatu pengakhiran dari kehidupan fisik oleh perpisahan tubuh dan jiwa. Itu tidak pernah merupakan suatu pemusnahan, sekalipun beberapa sekte menggambarkan kematian dari orang-orang jahat seperti itu. ... Kematian bukanlah suatu penghentian dari keberadaan, tetapi suatu pemutusan dari hubungan kehidupan yang alamiah. Kehidupan dan kematian tidak dikontraskan satu dengan yang lain seperti ‘ada’ dan ‘tidak ada’, tetapi bertentangan hanya sebagai perwujudan yang berbeda dari keberadaan.

Hoeksema: sekalipun kematian merupakan akhir sejauh keberadaan kita di dunia sekarang ini yang dipersoalkan, itu bukan akhir dari manusia dalam ati mutlak dari kata itu.

B) Hubungan antara dosa dan kematian.

1) Kematian merupakan hukuman atas dosa.

Kej 2:17 - “tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.’”.

Kej 3:19 - “dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.’”.

Ro 5:12,17 - “(12) Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. ... (17) Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus”.

Ro 6:23 - “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita”.

1Kor 15:21 - “Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia”.

Yak 1:15 - “Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut”.

2) Kematian tidak digambarkan sebagai sesuatu yang alamiah dalam kehidupan manusia.

Maz 90:7,11 - “(7) Sungguh, kami habis lenyap karena murkaMu, dan karena kehangatan amarahMu kami terkejut. ... (11) Siapakah yang mengenal kekuatan murkaMu dan takut kepada gemasMu?”.

Ro 5:16 - “Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran”.

Gal 3:13 - “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!’”.

Berkhof: Dalam keadilan yang ketat, Allah bisa menjatuhkan kematian kepada manusia dalam arti yang paling penuh dari kata itu, segera setelah pelanggarannya, Kej 2:17. Tetapi oleh kasih karuniaNya yang bersifat umum, Ia mengekang / menahan pekerjaan dari dosa dan kematian, dan oleh kasih karuniaNya yang khusus dalam Kristus Yesus, Ia mengalahkan kekuatan-kekuatan yang bermusuhan ini, Ro 5:17; 1Kor 15:45; 2Tim 1:10; Ibr 2:14; Wah 1:18; 20:14. Sekarang kematian menyelesaikan / menyempurnakan pekerjaannya hanya dalam kehidupan dari mereka yang menolak pembebasan darinya yang ditawarkan dalam Kristus Yesus. Mereka yang percaya kepada Kristus dibebaskan dari kuasa kematian, dipulihkan pada persekutuan dengan Allah, dan diberkati dengan kehidupan kekal, Yoh 3:36; 6:40; Ro 5:17,21; 8:23; 1Kor 15:26,51-57; Wah 20:14; 21:3,4.

C) Arti kematian bagi orang percaya.

Ro 8:1 - “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus”.

Hoeksema: kematian orang-orang percaya bukan lagi dianggap sebagai perwujudan dari murka Allah, pelaksanaan keadilan, hukuman dari dosa. Itu diubah menjadi sesuatu yang lain bagi mereka yang ada di dalam Kristus.

Hoeksema: sekalipun, dinilai dari kelihatannya dari luar, kematian mereka (orang-orang percaya) kelihatannya sama seperti kematian orang-orang yang tidak percaya, sekalipun mereka juga melewati pergumulan yang sama, dan menderita penderitaan yang sama pada waktu meninggalkan dunia yang sekarang ini, kematian mereka berbeda secara hakiki.
1) Ini perlu untuk pengudusan dari orang-orang percaya itu.

Berkhof: kematian dari orang-orang percaya harus dianggap sebagai puncak dari hajaran yang ditentukan Allah bagi pengudusan umatNya. ... Pemikiran tentang kematian, kehilangan melalui kematian, perasaan bahwa penyakit dan penderitaan merupakan pertanda dari kematian, dan kesadaran tentang mendekatnya kematian, - semua ini mempunyai akibat yang bermanfaat pada umat Allah. Hal-hal itu berguna untuk memberikan kerendahan hati kepada orang-orang yang sombong, mematikan kedagingan, mengurangi keduniawian, dan membantu perkembangan pemikiran yang rohani. ... Itu menyempurnakan pengudusan dari jiwa-jiwa orang percaya, sehingga mereka langsung menjadi ‘roh-roh orang benar yang disempurnakan’, Ibr 12:23; Wah 21:27. Kematian bukanlah merupakan suatu akhir bagi orang-orang percaya, tetapi permulaan dari suatu kehidupan yang sempurna. Mereka memasuki kematian dengan suatu kepastian / jaminan bahwa sengat dari kematian itu telah disingkirkan, 1Kor 15:55, dan bagi mereka itu merupakan pintu gerbang surga) - ‘Systematic Theology’, hal 670-671.

Ibr 12:22-23 - “(22) Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, (23) dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna”.

Wah 21:27 - “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu”.

a) ‘hukuman’ sangat berbeda dengan ‘hajaran’.

Hoeksema: ada perbedaan yang besar antara hukuman dan hajaran. Yang pertama merupakan perwujudan dari murka yang adil dan menghukum dari Allah. Yang terakhir merupakan pekerjaan dari kasih keBapaanNya.

Ibr 12:6-11 - “(6) karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya, dan Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak.’ (7) Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? (8) Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. (9) Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? (10) Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusanNya. (11) Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya”.

b) Kematian bukanlah sesuatu yang mutlak harus ada untuk menguduskan orang percaya.

Berkhof: Tidak bisa dikatakan bahwa penghancuran tubuh merupakan sesuatu yang perlu secara mutlak untuk pengudusan, karena hal itu bertentangan dengan contoh Henokh dan Elia.

2) Kristus sendiri mengalami kematian, dan karena itu pengikut Kristus juga mengalaminya.

Ro 6:5 - “Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematianNya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitanNya”.

3) Tubuh kita yang sekarang ini tidak bisa masuk surga.

1Kor 15:50 - “Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang (bisa) binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak (bisa) binasa”.

Hoeksema: kematian orang-orang percaya merupakan suatu jalan ke dalam hidup yang kekal.
D) Setiap orang ditentukan untuk mati hanya 1 x.

Ibr 9:27 - “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,”.

1) Ini bertentangan dengan reinkarnasi.
2) Ada perkecualian terhadap Ibr 9:27 tersebut, yaitu:

a) Elia dan Henokh, yang tidak mengalami kematian.
b) Orang-orang percaya yang masih hidup pada saat Kristus datang kedua-kalinya.

1Tes 4:16-17 - “(16) Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; (17) sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan”.

c) Orang-orang yang pernah mengalami kematian tetapi lalu dibangkitkan lagi.

1. 1Raja 17:17-24 - anak janda di Sarfat yang dibangkitkan oleh Elia.
2. 2Raja 4:18-37 - anak perempuan Sunem yang dibangkitkan oleh Elisa.
3. 2Raja 13:21 - mayat yang bangkit setelah terkena tulang Elisa.
4. Mark 5:21-43 - Anak Yairus yang dibangkitkan oleh Yesus.
5. Luk 7:11-17 - anak janda di Nain yang dibangkitkan oleh Yesus
6. Yoh 11:1-44 - Lazarus yang dibangkitkan oleh Yesus.
7. Mat 27:52-53 - orang-orang kudus yang bangkit pada saat kematian Yesus
8. Kis 9:36-42 - Dorkas / Tabita yang dibangkitkan oleh Petrus.
9. Kis 20:8-12 - Eutikhus yang dibangkitkan oleh Paulus.

Yesus tetap disebut sebagai yang pertama / sulung yang bangkit dari antara orang mati.

Kis 26:23 - “yaitu, bahwa Mesias harus menderita sengsara dan bahwa Ia adalah yang pertama yang akan bangkit dari antara orang mati, dan bahwa Ia akan memberitakan terang kepada bangsa ini dan kepada bangsa-bangsa lain.’”.

1Kor 15:20-23 - “(20) Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. (21) Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. (22) Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. (23) Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milikNya pada waktu kedatanganNya”.

Kol 1:18 - “Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu”.

Wah 1:5a - “dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini”.

3) Kita harus mempunyai sikap yang berbeda pada waktu menghadapi penyakit yang tidak bisa disembuhkan, dan pada waktu menghadapi kematian orang yang kita cintai.

4) Semua kita, lambat atau cepat pasti akan mengalami kematian.



-AMIN-

Kamis, 24 Februari 2011

Eskatology ke - 1 Definisi dari kata ‘doktrin’.

I) Doktrin.

1) Definisi dari kata ‘doktrin’.

‘something taught as the principles or creed of a religion’ (= sesuatu yang diajarkan sebagai prinsip-prinsip atau pengakuan iman dari suatu agama).

2) Doktrin adalah sesuatu yang sangat penting.

“Kita bertengkar soal ‘sedikit’ domba yang suka berpindah pindah padahal ada ratusan juta tanpa kesaksian Injil, kita kedagingan ribut dengan ganas soal2 doktrin yang benar dan membiarkan orang kafir, bingung dan binasa”.

a) ‘Injil’ itu sendiri adalah sesuatu yang bersifat doktrinal.
b) Ajaran doktrinal yang salah sangat mempengaruhi hidup kita.

1. Bisa membuat orang hidup dalam dosa.

1Kor 15:32 - “Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka ‘marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati’”.

2. Bisa membingungkan orang kristen, bahkan menggoncangkan imannya atau menyebabkan ia ragu-ragu apakah ia sudah beriman atau tidak.

3. Bisa menyebabkan orang kristen menjadi gelisah, takut, kuatir.

c) Perbedaan antara kekristenan dan agama-agama lain, pada umumnya / hampir selalu terletak pada perbedaan doktrinal.

d) Perbedaan antara ajaran kristen yang alkitabiah dan injili dengan ajaran kristen yang sesat / salah / tidak alkitabiah, juga hampir seluruhnya terletak pada perbedaan doktrin.

Sekalipun pelajaran doktrinal itu penting tetapi:

a. Pengertian doktrinal yang hanya bersifat intelektual tidak bisa menyelamatkan siapapun juga.

“My learning does not help me now; neither does my Dogmatics; faith alone saves me” (= Pengetahuanku tidak menolongku sekarang; Dogmaku juga tidak; hanya iman yang menyelamatkan aku).

b. Jangan bersikap extrim dengan hanya mau ajaran yang bersifat doktrinal saja. Ajaran-ajaran yang praktis, yang bersifat moral / etika, tentu juga sangat penting!

3) Doktrin bisa merupakan pelajaran yang sangat sukar.

a) Mat 28:19-20 - “(19) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (20) dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.’”.

b) Ibr 5:11-6:1 Yoh 16:12-13a 1Kor 3:1-2 juga menunjukkan bahwa harus ada peningkatan pengajaran.
Ibr 5:11-6:1 - “(5:11) Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. (5:12) Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. (5:13) Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. (5:14) Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat. (6:1) Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah”.

Yoh 16:12-13a - “(12) Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. (13a) Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran”.

1Kor 3:1-2 - “(1) Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. (2) Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya”.
II) Reformed.

1) Apakah ‘Reformed’ itu?
2) Apakah salah kalau seseorang mempunyai aliran?

a) Orang kristen / gereja tidak boleh mempunyai aliran?
b) Aliran menyebabkan gereja terpecah-pecah?

a. Harus diakui bahwa ada orang yang memegang alirannya sedemikian rupa sehingga ia memang mengikut manusia.

1Kor 11:1 - “Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus”.

b. Harus diakui bahwa aliran memang bisa memecah gereja; tetapi lagi-lagi hal itu sebetulnya tidak perlu terjadi.

III) Urut-urutan belajar doktrin.

1) Theology - doktrin tentang Allah.
2) Anthropology - doktrin tentang manusia.
3) Christology - doktrin tentang Kristus.
4) Soteriology - doktrin tentang keselamatan.
5) Ecclesiology - doktrin tentang gereja.
6) Eschatology - doktrin tentang akhir jaman.
-o0o-
eschatology

I) Beberapa hal yang perlu diketahui tentang Eschatology.

1) Arti kata.

Eschatology ® ESKHATON + LOGOS.

Kata ESKHATOS berarti:

· last (= akhir / terakhir).
· utmost (= terjauh / tertinggi).
· extreme (= akhir / terjauh).

Kata ini bisa digunakan tentang tempat, pangkat / kedudukan, waktu.

LOGOS = ‘kata’ / ‘firman’ atau ‘ucapan’ atau ‘ajaran’.
Eschatology = ajaran / doktrin tentang akhir jaman.

2) Keingin-tahuan manusia tentang akhir segala sesuatu.

Hoeksema: “everything in creation witnesses not only of a beginning but also of an end. ... No more than we can ever think the earth without a beginning, no more can we conceive of her without an end” (segala sesuatu dalam ciptaan menyaksikan bukan hanya suatu permulaan tetapi juga suatu akhir. ... Sama seperti kita tidak bisa memikirkan bumi tanpa permulaan, maka demikian juga kita tidak bisa memikirkannya tanpa suatu akhir).

3) Boleh dikatakan semua agama, yang primitif sekalipun, mempunyai doktrin tentang eschatology.

4) Doktrin ini sekalipun tidak dilupakan, tetapi tidak pernah ditekankan, padahal ini merupakan doktrin yang penting.
· Dalam Theology / doktrin tentang Allah, pertanyaannya adalah bagaimana Allah pada akhirnya dipermuliakan dalam pekerjaan tanganNya, dan bagaimana rencana Allah digenapi sepenuhnya.

· Dalam Anthropology / doktrin tentang manusia, pertanyaannya adalah bagaimana pengaruh yang mengacaukan / mengganggu dari dosa bisa diatasi sepenuhnya.

· Dalam Christology / doktrin tentang Kristus, pertanyaannya adalah bagaimana pekerjaan / karya Kristus dimahkotai dengan kemenangan yang sempurna.

· Dalam Soteriology / doktrin tentang keselamatan, pertanyaannya adalah bagaimana pekerjaan dari Roh Kudus pada akhirnya menghasilkan penebusan dan pemuliaan yang sempurna dari umat Allah. 
· Dalam Ecclesiology / doktrin tentang gereja, pertanyaannya adalah tentang pemuliaan akhir dari gereja.
II) Apa yang dipelajari dalam Eschatology.

Louis Berkhof membagi eschatology menjadi 2, yaitu:

1) Individual eschatology.

· kematian jasmani.
· kekekalan / ketidak-bisa-binasaan jiwa (the immortality of the soul).
· intermediate state (keadaan antara kematian dan kebangkitan orang mati / kedatangan Kristus yang kedua-kalinya).

2) General eschatology.

· tanda-tanda yang mendahului kedatangan Yesus yang ke2xnya.
· kerajaan 1000 tahun.
· rapture / pengangkatan orang suci.
· kedatangan Kristus yang kedua-kalinya.
· kebangkitan orang mati.
· penghakiman terakhir.
· penyempurnaan / perwujudan Kerajaan Allah.
· keadaan akhir dari orang-orang yang saleh / percaya dan yang jahat / tidak percaya.

  -AMIN-